Sabtu, 08 Agustus 2015

Pengalaman mengikuti USM D-IV STAN 2015

Kabar gembira itu akhirnya datang juga. Ya, Pengumuman penerimaan mahasiswa baru D-IV STAN Tahun 2015 yang release pada awal Mei 2015 di situs resmi STAN merupakan angin segar bagi para lulusan D-III STAN yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya di Kampus Ali Wardhana.

USM D-IV tahun ini terdiri dari 3 tahap yaitu : Seleksi Administrasi, Tahap I ( TPA, TBI, TSA) dan Tahap II (Psikotest) bagi peserta yang dinyatakan lulus tahap I. Berikut saya jabarkan sekilas mengenai tes-tes tersebut.

Seleksi Administrasi , 9-26 Mei 2015

Seleksi Administrasi dilakukan oleh tiap-tiap eselon I Kementerian Keuangan. Bagi pegawai DJP, proses ini meliputi pendaftaran Tugas Belajar via SIKKA dan mengirimkan softcopy dokumen2 via email ke Bagian Kepegawaian DJP. Tanggal 1 Juni 2015, DJP mengumumkan daftar pegawai yang lulus seleksi administrasi dan berhak mengikuti USM D-IV STAN 2015 Tahap I.

Saran buat teman2, walaupun 'hanya' seleksi administrasi, bersungguh-sungguhlah dalam melengkapi seluruh persyaratan yang dibutuhkan dan perhatikan DEADLINE. Beberapa teman saya tidak lulus seleksi administrasi dengan alasan LUPA.

Untuk yang lulus seleksi administrasi. Peserta mendaftar online di situs yang telah ditentukan oleh STAN pada tanggal 2-9 Juni 2015 sekaligus mencetak sendiri Bukti Peserta Ujian. Pada proses daftar online ini kita juga bisa memilih di kota mana nanti kita akan melaksanakan ujian. Bisa di kota kita bekerja, kota kampung halaman, atau kota lainnya sekalian jalan-jalan.

TAHAP I, 23 & 24 Juni 2015
Seleksi Tahap I berlangsung selama 2 hari. Hari pertama yaitu Tes Substansi Akademis ( TSA ) yang terdiri dari soal2 Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, Manajemen Keuangan dan Auditing. Hari kedua yaitu TPA dan Tes Bahasa Inggris.

Waktu pengerjaan TSA adalah 120 menit untuk 120 soal (40 soal Akuntansi Keuangan, 20 soal Akuntansi Biaya, 30 soal Manajemen Keuangan, dan 30 soal Auditing).

Sedangkan untuk TPA dan B. Inggris waktu pengerjaannya adalah 150 menit untuk 180 soal (TPA 120 soal dalam 100 menit dan B. Inggris 60 soal dalam 50 menit). Poin 4 untuk setiap jawaban benar, 0 untuk tidak jawab, dan -1 untuk tiap soal salah. Poin penilaian juga berlaku untuk TSA.

Pengumuman peserta yang lulus tahap I dan berhak mengikuti Tahap II (Psikotest) diumumkan pada tanggal 14 Juli 2015. Psikotest sendiri dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2015. Penjelasan mengenai psikotest insya allah akan saya lanjutkan nanti.

(TIPS & TRIK) Menghadapi USM D-IV STAN

Kata Tips&Trik sengaja saya beri tanda kurung karena alih-alih memberikan Tips, saya lebih ingin menganggap ini hanya sekedar sharing tentang apa saja yang saya lakukan dalam menghadapi USM D-IV STAN. There is no one size fits all, ambil yang baik dan cocok untuk teman2 saja ya!

Persiapan sebelum USM

Setelah pengumuman USM D-IV keluar, saya membaca baik2 persyaratan dan apa-apa saja yang harus disiapkan, diantaranya adalah surat keterangan sehat (untuk yang di Pekanbaru bisa tes di RS Bhayangkara Jl. Kartini) dan beberapa surat pernyataan. Setelah itu saya mencoba mencari bahan/materi yang diujikan terutama untuk Tes Subtantif Akademis, bersyukur ada kawan yang membagikan materi PSAK yang dulu digunakan untuk persiapan ujian komprehensif. (Buat temen2 yang mau bahannya silakan tinggalkan alamat email di komentar ya). Karena saya sudah lupa hampir semua materi TSA tersebut dan waktu belajar hanya satu bulan. Saya putuskan untuk fokus belajar TSA. terpaksa TPA dan B. Inggris harus dikurangi jatah waktu belajarnya. Untuk TSA tipsnya hanya tiga: BACA, BACA , dan BACA. Kalau mulai jenuh saya nonton serial drama jepang berjudul Dragon Zakura yang bisa melecut semangat belajar. Untuk TPA dan B.Inggris perbanyak latihan( Silakan mampir ke blog Monilando for more detail). Banyak berdoa agar dimudahkan dalam belajar, minta juga restu suami/isteri dan orangtua. Perbanyak sedekah.

Hari USM

Satu hari sebelumnya saya memilih untuk tidak belajar lagi. Lebih mempersiapkan mental agar tenang dalam ujian. Membaca Al-quran bagi yang muslim sangat disarankan karena efektif menenangkan hati. Bisa juga nonton film, intinya buat rileks diri sendiri. doa makin sering, sedekah banyakin.

Hari H saya minta restu kepada isteri  sebelum berangkat dan sampai di tempat ujian langsung nelpon ibu saya yang jauh di Bogor sana, minta doanya. jadi makin tenang dan ingin melakukan yang terbaik untuk orang2 terdekat.

Mulai ujian dengan berdoa, ujian adalah komunikasi dengan diri sendiri, fokus saja sama soal2 yang perlu kita jawab, tidak perlu melirik2 yang lain. Soal2 Tes Substansi Akademis bagi saya sangat sulit, saya jawab sebisanya dan ga ada yang nembak. Sebenarnya jika belajar sejak jauh-jauh hari insya allah TSA akan terasa lebih mudah. Buat temen2 yang mau ikut USM D-IV 2016 mungkin bisa nyicil belajar materi TSA dari sekarang.

Setelah USM

Tugas kita sudah kita selesaikan, masalah hasil serahkan kepada Allah S.W.T, untuk itu yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa, meminta bantuan isteri dan orang tua untuk mendoakan, dan mencari alasan-alasan untuk tetap bersyukur jika saya tidak lolos D-IV STAN, hal ini saya lakukan agar saya tidak larut dalam sedih jika tidak lolos.

Alhamdulillah untuk Tahap I saya dinyatakan lulus dan Tahap II (Psikotest) juga telah saya lewati. Pengumuman kelulusan akan diumumkan tanggal 1 September 2015. Mohon doanya ya teman-teman! Saya doakan juga untuk teman yang ikut USM D-IV Tahap II kemarin lolos semua, dan good luck buat teman-teman yang ingin lolos D-IV tahun depan. Aamiin




Rabu, 30 Mei 2012

Your Guide to Travel to Raja Ampat and Sorong

Indonesia memang terkenal akan kekayaan alam dan potensi pariwisatanya. Salah satu buktinya adalah Raja Ampat. Kepulauan yang termasuk dalam wilayah administratif provinsi Papua Barat ini merupakan yang terbaik di dunia dalam hal kelengkapan flora dan fauna bawah lautnya. Tak ayal, Raja Ampat menjadi destinasi impian bagi para pelancong lokal maupun wisatawan mancanegara.

Namun, berkunjung ke Raja Ampat seakan hanyalah mimpi belaka, sebagian besar dari kita hanya bisa mengagumi keajaiban Raja Ampat lewat tayangan televisi atau video dokumenter. Biaya yang mahal selalu menghantui pikiran para pelancong untuk berkunjung kesana.

Buku Lost in Raja Ampat & Sorong ini hadir untuk menepis kecemasan tersebut. Buku ini berisi panduan lengkap mulai dari maskapai yang melayani rute penerbangan kesana, spot-spot pariwisata yang wajib dikunjungi hingga tips-tips agar pengeluaran dapat diminimalisasi.

Kepulauan Raja Ampat, adalah kesatuan empat gugusan pulau yang saling berdekatan. Jika dilihat di peta, Raja Ampat terletak di bagian barat Kepala Burung Pulau Papua. Berkunjung kesana, kita akan dimanjakan oleh kekayaan baharinya. Bagaimana tidak, menurut berbagai sumber, perairan kepulauan Raja Ampat merupakan satu dari sepuluh perairan terbaik di dunia. Kita akan dibuat terpesona oleh keindahan jajaran batu karang di tengah lautan dengan gradasi hijau dan birunya. Itulah sebabnya pecinta diving dan snorkling menjadikan Raja Ampat sebagai most wanted destination.

Sabtu, 07 April 2012

Jangan Ada Dusta dalam Peta


Rasa penasaran yang mendalam terhadap Bangkok membawa saya ‘nekat’ traveling ke kota yang sering disebut surga bagi para pelancong dunia tersebut.

Matahari seakan malu untuk menampakkan wajahnya saat ‘burung besi’ yang saya tumpangi mendarat di Bandara Suvarnabhumi , pelabuhan udara internasional kebanggaan masyarakat Thailand, yang menggantikan peran Bandara Don Muang yang kini hanya melayani penerbangan rute domestik.

Bandara ini terdiri dari empat lantai dan merupakan bandara dengan terminal tunggal terbesar kedua di dunia. Kemegahan ini tidak membuat saya linglung untuk mencari passport control karena pihak bandara memberikan petunjuk arah yang cukup jelas. Banyaknya pelancong yang datang ke Bangkok mengakibatkan antrian panjang, walaupun pihak bandara telah menyediakan pos pengecekan paspor sebanyak jumlah personil Cherrybelle.

Tiba gilirannya, saya menangkupkan kedua tangan di depan dada kepada petugas, persis seperti yang saya pelajari di Youtube. Gerakan ini disebut WAI, salam hormat khas Thai. Selesai urusan imigrasi, saya berjalan mencari SA City Line, moda transportasi massal untuk menuju downtown Bangkok . Awalnya agak sulit mencarinya, karena saya tidak menemukan petunjuk arah bertuliskan ‘SA City Line’, setelah beberapa kali naik turun eskalator, seorang petugas yang wajahnya mirip mas-mas tukang cukur rambut di daerah Meruya, saya jadikan ‘korban’ pertama untuk saya tanya2. Beliau menjawab “Left, left” sambil mengarahkan telunjuknya ke papan petunjuk bertuliskan “To Train”, pantas saja dari tadi tidak ketemu, ternyata seharusnya saya mengikuti directions bertuliskan To Train, bukan SA CityLine, saya pun mengucap khap kun kap kepada si petugas sebagai ucapan terima kasih.

Rabu, 16 November 2011

Mengembalikan Kesakralan Seni Bali

 
Tulisan resensi pertamaku(so, mohon banget kritiknya) yang terbit di Koran Jakarta.

Pulau Bali selalu menarik untuk diceritakan dan ditulis. Sejak lama, film, novel, puisi ataupun lagu tentang Bali melenggang dengan manis di percaturan sastra maupun industri musik Indonesia. Kata "Bali" seakan menjadi jaminan sebuah karya diterima masyarakat, bermutu, serta bernilai komersial tinggi.

Konon, nama "Bali" mulai dikenal ketika resesi dahsyat yang melanda dunia Barat tahun 1930-an, sehingga membuat banyak orang melakukan perjalanan ke Timur. Salah satunya adalah Miguel Covarrubias. Kekagumannya akan Bali membuahkan Island of Bali yang kala itu merupakan buku terbaik yang pernah ditulis tentang pulau ini.

Senin, 14 November 2011

Negeri Seribu Pagoda yang Menggoda

Tulisan pertama saya yang terbit di Radar Bogor, rubrik Traveling, 16 Oktober 2011.

Sesuai dengan julukannya, Thailand merupakan negara yang memiliki begitu banyak pagoda (dalam bahasa setempat disebut wat). Dua yang paling terkenal berada di pusat kota Bangkok- Wat Pho dan Wat Arun.

Langit siang itu cerah saat saya beranjak dari tempat menginap di Sutthisan Road, sebuah daerah di timur laut kota Bangkok, menuju pusat kota. Berbagai macam situs dapat dikunjungi di pusat kota. Keindahan duo Wat Pho dan Wat Arun sayang untuk dilewatkan.

Rabu, 21 September 2011

Ternyata mereka GAY(2)

Lanjutan dari Ternyata mereka GAY(1)

Sekitar pukul 9 malam, bang Jay sms kalo dia udah ada di dekat gerbang depan ramadhan fair,saya langsung menuju kesana, kirain 2-3 menit bisa nyampe gerbang, tau2nya padet banget, lebih padet daripada gerbang kalimongso kalo lagi musim ujian anak2 ST*N, mungkin lebih dari 10 menit saya baru bisa sampai di gerbang depan.
Walaupun ga pernah ketemu, saya dengan mudah menemui si bang Jay karena sempat melihat foto2nya di profil CouchSurfing miliknya. Basa-basi dikit, terus cabut naik motor ke kosannya dia di gang Pasundan, dekat jalan Gatsu-nya Medan. Di perjalanan kami melewati tempat paling terkenal (menurut gue) di Medan, yaitu Merdeka Walk.

Kamis, 15 September 2011

Ternyata mereka GAY!!!(1)

Merupakan detail cerita dari SUTTHIBAY TRIP

"Arrgh...finally, nyentuh Sumatera juga" teriak saya dalam hati ketika menginjakkan kaki di Bandara Polonia, Medan, Rabu 10 Agustus 2011 pukul 18.05

Karena takut telat dan nghadepin macet di Bandung, saya berangkat agak pagi dari Terminal Baranang Siang Bogor naik bus MGI yang baru berangkat jam 7 pagi seharga 40ribu rupiah. Nyampe di leuwipanjang langsung naek angkot 01 ke arah Cimahi, turun di Batas Kota,kasih aja 2000 perak, terus naek 1x angkot lagi ke Patung Husein, dari Patung Husein jalan kaki atau naik ojeg ke bandara.